Mengintip Pesona Pura Pakualaman yang Terlupakan

Pada abad ke 17 di pulau Jawa berdiri sebuah kerajaan Islam yang besar dan disegani yaitu Kerajaan Mataram Islam yang beribu kota di Kotagede, Yogyakarta. Dengan berjalannya waktu  kerajaan tersebut mengalami pasang surut mulai dari masa keemasan di zaman Sultan Agung Tirtayasa hingga akhirnya harus terpecah belah karena perebutan kekuasaan yang tiada henti serta kuatnya pengaruh dari Hindia Belanda yang mampu memanfaatkan kekacaan politik di kerajaan tersebut dengan baik.

Setelah terpecah belah, Kerajaan Maratam Islam terbagi menjadi 2 bagian yaitu Kraton Surakarta Hadiningrat, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat kemudian pecah lagi menjadi Pura Mangkunegran, dan  juga Pura Paku Alaman. Di Yogyakarta sendiri terdapat dua kraton yaitu Kraton Yogyakarta dan Kraton Paku Alaman yang masih bertahan hingga sekarang. Kedua kraton tersebut merupakan saksi sejarah dari perkembangan Yogyakarta dari zaman ke zaman.

Kraton yang terbesar tentu saja Kraton Yogyakarta kemudian ada Kraton Paku Alaman yang berstatus kadipaten atau setingkat kabupaten. Kraton atau Pura Pakualaman sendiri pamornya tidak sepopuler saudara tuanya, Kraton Yogyakarta. Walau begitu kraton ini tetap mempesona dan menyimpan berbagai macam sejarah maupun kisah yang sayang untuk dilewatkan bagi para wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta dan ingin menikmati sejarah masa lalu dari provinsi ini.

Komplek Kraton Paku Alaman lebih kecil dan lebih sederhana dibandingkan dengan saudara tuanya. Di depan kraton juga terdapat sebuah alun-alun kecil yang juga terdapat pohon beringin. Setiap hari alun-alun ini digunakan untuk wisata kuliner masyarakat sekitar. Memasuki komplek kraton, pengunjung akan melihat sebuah taman yang indah dan juga kolam yang ditumbuhi oleh bunga teratai. Keunikan dari kraton ini adalah Pura Pakualaman menghadap ke selatan sebagai penghormatan kepada Kraton Yogyakarta yang berdiri telebih dahulu.

Mungkin Anda Tertarik  Jogja Bay Waterpark, Waterpark Modern di Jogjakarta

Di belakang kolam terdapat sebuah bangunan yaitu Bangsal Sewotomo sebagai tempat untuk menyimpan seperangkat gamelan yang diberi nama gamelan Kebogiro. Setiap Minggu Pon, pengunjung bisa datang untuk mendengar para penabuh memainkan gamelan ini. Di kompleks Pura Pakualaman juga terdapat bangunan-bangunan lain seperti Dalem Ageng Proboyeksa dengan arsitektur dengan gaya Jawa yang indah. Ada juga Bangsal Sewarengga, Gedung Maerakaca, dan masih banyak lagi bangunan lainnya.

Lokasi:

Objek wisata ini Jl. Masjid No.46, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar dua puluh menit dari pusat kota Jogja jika mengunakan kendaraan bermotor. Jika Anda datang dengan rombongan besar maka bisa menghubungi PO sewa bus di Jogja.

Tips Wisata:

  1. Pakai busana yang sopan.
  2. Gunakan alas kaki nyang nyaman.
  3. Jagalah kebersihan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *